Waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) : Kenali, Cegah, Lawan Bersama

Puskesmas Tanjung Sengkuang mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Batu Ampar untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam pencegahan DBD melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

  1. Apa Itu DBD?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi hingga sore hari dan berkembang biak di genangan air bersih.

  1. Penyebab DBD

DBD disebabkan oleh Virus Dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Satu gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus dapat menularkan DBD. Penyakit ini tidak menular langsung dari orang ke orang.

  1. Kenali Gejala DBD

Gejala DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk. Masyarakat perlu mengenali gejala awal DBD, antara lain:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala berat dan nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Muncul ruam atau bintik-bintik kemerahan pada kulit
  1. Waspadai Tanda Bahaya DBD

Segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan tanda bahaya berikut:
Perdarahan (gusi, hidung, BAB berdarah), muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, serta lemas dan gelisah. Keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal.

  1. Cegah DBD dengan 3M PLUS

Upaya paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk melalui 3M PLUS:

Gerakan 3M:

  1. Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin minimal 1 kali seminggu.
  2. Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti drum, toren, dan bak mandi.
  3. Mendaur ulang / memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air seperti botol plastik, ban bekas, dan kaleng.

Gerakan PLUS:

  • Memakai lotion anti nyamuk / repelan
  • Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah
  • Memakai pakaian yang menutup kulit
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah
  • Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras

Penting untuk Diketahui: FOGGING BUKANLAH PILIHAN UTAMA!

Puskesmas Tanjung Sengkuang menegaskan bahwa Fogging atau pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik. Fogging bukan solusi utama pencegahan DBD.

Yang Paling Penting adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin, serentak, dan berkesinambungan oleh seluruh anggota keluarga dan masyarakat.

Mari kita wujudkan lingkungan yang bersih dan bebas jentik. Mulailah dari rumah kita sendiri. Jika membutuhkan abate silahkan menghubungi kader terdekat dan jika mengalami gejala DBD, segera periksakan diri ke Puskesmas Tanjung Sengkuang ya warga..